Rabu, 13 Juli 2011

Trim's, Kawan!


“Kawan, trims banget ya… telah selalu ada di sisiku menjalani hari-hari sulit ini.”
Hanya itu yang mampu aku katakan pada Bee, Alief, Ratna, Adam’z, Tuyul dan Bunda. Itu pun melalui sms, rasanya air mata ini pengen aja tumpah, terharu banget, merasakan kesetiaan dan keikhlasan mereka untuk berada di sampingku, menemaniku menjalani hari-hari sulit, mempersiapkan olimpiade.
Rasanya sulit untuk dimengerti, bila merunut tentang kekerabatan awal! Ah, rasanya hukum klasifikasi tidak dapat diterapkan dalam urusan keikhlasan manusia. “Semakin dekat, semakin banyak persamaannya!” Begitulah! Tapi sekarang aku percaya bahwa itu tidak benar.
Lagi-lagi yang dikatakan Tuhan kepadaku tidak terbukti!!!!
Mereka yang kuharapkan, mendadak menjadi tokoh dongeng yang nisbi, pseudo kata Pak Wachju; semu, tidak jelas.
Mungkin ini jalan yang harus aku tempuh…. Berada dalam kenisbian orang-orang terdekat. Dan akhirnya aku tau, kepada siapa seharusnya aku harus berterima kasih! Kepada mereka yang tetap berada di sisiku saat aku terjatuh dan menjalani hari-hari sulit. Mereka, Bee, Alief, Ratna, Adam’z, Tuyul dan Bunda, yang merelakan segenap waktunya….untuk membantuku, menguatkan batin dan ragaku.
Dimana Diana? Dimana Fika? Orang yang kepada mereka kurelakan nyawa dan bahagiaku. Kurelakan kakakku membenciku, demi Diana; kurelakan Insan yang bahkan tidak mau bertegur sapa lagi denganku, demi Fika. Kurelakan keangkuhanku untuk mengemis maaf pada kakakku dan Insan! Kurelakan semua orang terdekat itu menghakimiku, demi Diana dan Fika.
Tau bagaimana rasanya kehilangan, Kawan? Mungkin mereka berdua tidak pernah tau, aku dan mereka berdua sebelumnya hidup di dunia berbeda. Duniaku adalah dunia yang penuh dengan rasa saling memiliki satu sama lain, mengasihi, mengangkat lebih tinggi saat yang lain terjatuh dan setia menyangga kepala yang mulai lelah.
Dimana Trio? Orang yang memintaku dengan sangat halus untuk membantunya di HMP??? Dimana mereka yang kurelakan waktu dan kesabaranku untuknya?
Apa yang dikatakan seseorang itu benar, tak ada manusia yang sempurna untuk dipercaya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar